Assalamu'alaikum waroh matullahi wabarokatuh saudara sekalian

Sahabat Ikhwan & Akhwat

Jumat, 22 Juni 2012

Akibat Fitnah

Surat Fatimah gemparkan kota Baghdad

Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Ghuraib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.

Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu Ghurayb. Surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan tentara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad, mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq.

Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.

Bismillahirrahmanirrahiim.

"Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him." [Qur'an, Surat 112 "al-Ikhlas"]

Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.

Saudaraku mujahidin di jalan Allah... Apa yang dapat kukatakan padamu?

Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar.

Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak.

Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya. Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan kami. Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Ghurayb.

Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah.

Semuanya telah diperkosa di depan mata kami semua.

Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang. Saat surat ini saya tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi perbuatannya...

Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agar kami bisa beristirahat dalam damai.

Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami...

Waa Mu'tasimah!.

Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para saudarinya tidak berakhir.

Mengetahui surat ini, mujahidin segera melakukan srangan besar-besaran ke penjara Abu Ghurayb. Dalam laporan pada pukul 4 hari Sabtu (18 Desember) waktu setempat, Mafkarat al-Islam melaporkan bahwa mujahidin telah mulai menyerang sejak pukul 12:25 siang dan masih belanjut hingga laporan tersebut diturunkan. Lebih dari 100 mujahidin ambil bagian dalam serangan itu, dimana mujahidin menembakkan serangkaian mortir 82 mm dan 120 mm. Warga sekitar berkumpul di sekitar lokasi, khawatir bahwa serangan mujahidin akan menewaskan para tawanan. Namun mujahidin meyakinkan bahwa mereka mengetahui tata letak penjara dengan baik dan serangan itu diarahkan pada posisi pasukan AS dalam penjara tersebut.

Mafkarat al-Islam melaporkan bahwa saat laporan ini dibuat, mujahidin telah berhasil menghancurkan sebagian tembok penjara, berupa lubang selebar empat meter di tembok sebelah luar dan dalam (penjara itu dikeliling dua lapis tembok).

Serangan itu diikuti dengan serangan kedua yang dilakukan mulai pukul 4 sore. Hari Sabtu malam, Skuadron Hayzun, kelompok mujahidin yang melakukan serangan itu mengeluarkan statement yang dirilis di masjid Ibnu Taimiyah di Baghdad setelah shalat Isya, bahwa 94 mujahid telah ambil bagian dalam serangan itu. Mujahidin dari Skuadron Khalid bin Walid juga turut ambil bagian dalam serangan dengan melakukan perlindungan berupa serangan roket dan mortir. Serangan berlangsung selama 2 jam, dimana mujahidin berhasil menghancurkan dinding utama penjara itu, serta menewaskan 6 orang tentara AS. Sumber intelijen mujahidin juga melaporkan belasan tentara AS lainnya tewas di bagian lain penjara itu akibat gempuran mortir dan roket.

Mujahidin juga menawan 10 tentara AS, 7 diantaranya tentara wanita. Mujahidin menuntut pembebasan tawanan wanita di penjara itu, yang berjumlah 33 orang dengan imbalan pembebasan 7 tentara wanita tersebut. Di pihak mujahidin, 27 mujahid syahid, beberapa diantaranya berasal dari negara Arab lainnya. Tingginya korban di pihak mujahidin adalah karena pasukan AS berlindung di dalam penjara, sementara mujahidin menyerang dari daerah terbuka.

Sumber kami juga melanjutkan bahwa target operasi penyerangan tersebut adalah untuk menangkap tentara wanita AS untuk ditukar dengan tawanan wanita Iraq, mengingat jumlah mujahidin yang menyerang kalah besar dengan kontingen tentara Amerika yang menjaga penjara tersebut.

Milis Eramuslim
Dikirim oleh: Ahmadi Agung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar